Saturday, December 5, 2009

The Campaign

Baru-baru ini saya ikut satu event yang diadakan pihak OSIS di sekolah. Nama event tsb Kampanye Anti HIV/AIDS. Konsepnya gini: panitia kumpul di Stadion Manahan, trus stanby di daerah yang banyak orang bersliweran, kemudian dicegat, ditodong dan dimintai tanda tangan sebagai bukti mendukung aksi kami, dan dicium waria setempat sebagai rasa trima kasih.

Itu doang? Gak lah!Ada juga panitia yang membawa kotak sumbangan besar dilapisi koran, bertuliskan "sumbangan seikhlasnya" dengan spidol whiteboard yang hampir gak bisa dibaca, ditambah bekas ciuman Dorce Gamalama dengan lipstik murah.Panitia tersebut tidak lain sie Danus, sayangnya Caveman masuk dalam daftar peminta sumbangan ini.

Pada jam 7.30 teror pun dimulai di Stadion tsb.Caveman dkk mulai membujuk orang2 sekitar buat tanda tangan. Sumpah, kayak salesman yang nawarin alat pemenggal manusia, ada orang yang takut2 tanda tangan! Sebenarnya, mereka lebih takut sama benda yang dibawa Caveman keliling2: kotak sumbangan besar dilapisi koran bertuliskan "sumbangan seikhlasnya" dengan bekas ciuman Dorce. Mereka mengira kalau di dalamnya ada Ular king kobra yang siap dicium Panji sang penakluk.

Tapi seorang teman malah berkata "Tulisannya kurang jelas,nih! Gak kebaca."
Sudah kuduga, seharusnya tulisannya ditulis dengan darah, biar jelas...

Tak lama kemudian ada om-om yang tanya" Mas, itu kotak apa,ya?" sambil nunjuk ke kotak setan.

Males dengan deskripsi panjang, saya pun menjawab "ini kotak sumbangan,Pak." Bapak baik hati dan dermawan itu segera memasukkan benda abu2 tipis ke dalam kotak itu. Otakku kosong sepersekian detik, terpesona oleh tangan indah yang masuk ke dalam kotak itu.

Ok,hanya 2000 rupiah, dan itu akan disumbangkan ke LSM buat saudara-saudara kita yang terkena HIV. Cukuplah buat es teh 2 bungkus. Namun berbeda dengan kotak sumbangan yang satu lagi (btw, ada dua kotak:yang satu dibawa caveman yang satu lagi dibawa para cewek). Kotaknya terisi setengah, bahkan ada benda tipis berwarna biru yang indah bukan buatan: duit 50ribuan! Maka hati2-lah dalam menghadapi cewek, mereka cukup ganas, kawan...

Akhirnya hari itu berakhir juga, dengan kotak sumbangan yang lumayan terisi. Beberapa dari panitia ada yang mengeluh kalo banyak orang yang takut ketika diminta tanda tangan, katanya mereka mengira kalo panitianya itu ODHA(orang dengan HIV AIDS). Ini sangat ironis, padahal kami berkampanye agar orang tidak menjauhi dan mengucilkan ODHA, malah mereka sudah berprasangka buruk dan takut. Seharusnya, ODHA itu didekati, diberi motivasi, diberi arti hidup agar semangat hidup mereka meningkat. Yang terjadi mungkin malah dikucilkan,dipergunjingkan. Inilah yang membuat semangat hidup ODHA menurun.

Okey,sekian dulu posting kali ini. Kalau ada kata yang membuat tersinggung,saya mohon maaf dengan segala ketulusan hati,anggap saja itu guyonan, walopun gak lucu.Trima kasih sudah mau membaca!

Monday, November 2, 2009

Suatu Hari Di Sanubariku

"Hei, nak... bangun... kau sudah lama tidur dalam kehampaan... sekarang adalah momentum yang tepat untuk bangun!"
suara misterius itu terus memanggilku...mengusik tidurku dalam kehampaan ini...lalu aku berteriak "Hoi!Kau itu siapa? Beraninya menggangu tidurku yang sudah hampir lelap ini! Tunjukkan dirimu!"
"Ha-ha-ha-ha. Sadar juga kau pemalas...aku adalah kau. Lebih tepatnya aku berada di dalam dirimu. Bersemayam dalam dirimu.."
"Jangan-jangan kau adalah telur alien yang siap meledak keluar dari perutku!!Argh! Keluar sekarang juga dasar iblis!" teriakku mulai panik.
"Bukan,bodoh. Aku adalah hatimu...suara-suaraku akan menuntunmu kepada jalan yang benar!"
"Lalu, apa maumu sekarang!? Aku sangat mengantuk dan ingin tidur! Biarkan aku sendiri!"
"Ingatkah kau dengan sobatmu yang telah kau telantarkan?" mendengar kata itu, terasa perasaan gelisah yang menggelayutiku. Juga rasa rindu yang teramat dalam. Aku ingat kata itu...Aku ingat!!
"Dan ingatkah kau ketika kedua tanganmu itu melahirkannya untuk pertama kalinya? Dan tujuan muliamu untuk melahirkannya?" Ugh, dia benar-benar tepat sasaran. Aku sekarang jadi teringat perasaanku ketika pertama melahirkannya. Ohhh... sensasinya sangat luar biasa! Aku mulai rajin mengisinya dengan berbagai kata dan frase, menjadikannya mulai bermakna.
"Lalu sekarang... lihatlah dia, dia sedang menjerit kelaparan dan merasakan gelapnya kesepian." serangnya lagi.
"Tapi aku tak sanggup... otak ini serasa lumpuh..."
"Tidakkah kau melihat teman-temanmu? Mereka telah bangkit, berjalan, dan berlari menyalipmu. Mereka telah membagi pengetahuannya. Berkreasi tanpa henti. Sedangkan kau...pemalas yang selalu berangan-angan tanpa perbuatan...stagnan, tidak ada perubahan."
Terbayang teman-temanku yang telah memilih jalan yang sama. Mereka adalah orang-orang yang kreatif dan punya komitmen. Rasanya jiwaku mulai terbakar semangat! aku ingin blogging!!
"Aku ingin blogging!!"
"Bagus, kau telah bangun sekarang!! Jalan untuk membagi pengetahuan dan mengembangkan kreatifitas telah terbuka! Jadilah blogger handal, Nak!"Suara itu terus menyemangatiku.
Aku bangkit dan mataku terbuka lebar. Dan aku siap untuk...tidur lagi. Hei, kusadari kehampaan ini begitu nyaman, mengajakku tidur kembali.
"Woi, bangun Nak! Kau masih punya tugas yang belum diselesaikan!"
"Mmmm....iyaaa...nanti aja...."jawabku kulai terpengaruh nafsu untuk tidur lagi.
"Bagaimana dengan membagi pengetahuan dan kreatifitas? Kau butuh itu!"
"Oke...lima menit lagi...."jawabku sudah mulai terlelap
"Hah, ya sudahlah. Kau memang belum siap." Jawab suara itu sambil mengeluarkan komik dari rak bukunya dan membacanya. Menunggu sampai aku bangun lagi.....

Friday, December 19, 2008

Orang-orang DA Itu...

Ini benar2 mengejutkan!! Teman2 si Caveman telah berubah menjadi maniak dunia mistis. Grup edan bernama DIFA ALIEN ( namanya adalah akronim dari huruf depan setiap anggota yaitu : Dicky, Ian, Farhan, dan Aku dan terakhir ALIEN adalah Lingga ) ternyata sudah terkontaminasi web video bernama Youtube. Nggak seperti Societeit de Limpai, yaitu salah satu perkumpulan pecinta hal2 mistis di laskar Pelangi ,kami nggak melakukan penelitian mengenai hal-hal mistis dengan metode lapangan. Yeah, kami hanya melihat video yang berbau mistis di Youtube saja.

Caveman sendiri juga nggak tahu kapan kebiasaan ini mulai. Yang pasti, kebiasaan cari video di Youtube sudah terjadi setelah DIFA ALIEN menemukan video kartun yang dianggap bagus. Mereka menjadi maniak kartun hiper-sadis bernama Happy Tree Friend. Waktu itu DIFA ALIEN( mulai sekarang disebut DA ) benar-benar tergila-gila sama kartun tersebut. Hasilnya, mereka pun ( termasuk caveman ) menjadi psikopat-psikopat cilik yang haus akan korban manusia.

Kebiasaan ini pun berlanjut menjadi perburuan video mistis. Perburuan pertama, kami mendapati satu video dengan judul ”Real Scary Ghost Caught on CCTV”. Merasa tertantang, kami pun mencoba menyaksikannya dengan khusyu’. Beberapa detik kemudian, di monitor komputer terpampang hasil rekaman CCTV. Setelah beberapa menit, masih terlihat rekaman yang menampilkan ruangan yang sepi, nggak ada apa2. Namun, beberapa detik kemudian....

” WUUUAAAAAA!!!!!!” muncul nenek2 pucat dengan ”muka bulan”-nya dari peti mati mengagetkan orang-orang bodoh di depan monitor. Lalu apa yang terjadi setelah itu? Ya, benar, reaksi yang dramatis dari orang-orang DA.

Anehnya, kami jadi makin sayang sama perburuan video ini. Walaupun begitu masih ada yang ketakutan (baca: terkencing-kencing) melihat video-video tersebut.

Untungnya, orang2 DA ini sadar, bahwa kebiasaan mereka ini agak aneh.... atau mungkin sangat uaneh. Belakangan ini mereka mengurangi intensitas perburuan video, setelah mereka melihat sebuah video dengan judul ”Penampakan Genderuwo”. Dan seperti biasa, mereka menyaksikan video tersebut dengan muka mistis ( kalau video porn muka mesum kali ya? ). Detik pertama, di monitor terpampang beberapa orang di suatu ruang, sedang memotong daging. Beberapa menit kemudian, masih dengan muka mistis, mereka pelototin monitor. Setelah beberapa menit, mereka sadar bahwa itu adalah.....VIDEO PEMOTONGAN HEWAN KURBAN. Lalu apa yang terjadi setelah itu? Ya, benar, reaksi yang dramatis dari orang-orang DA.

Sunday, November 23, 2008

When The Earth is On The Papper

Beberapa minggu lalu, seorang Guru Bahasa Indonesia SMA, memberikan tugas yang cukup menantang!! Mau tau apa sodara-sodara? Tugas itu tak lain adalah:

Membuat Puisi...

Ya, membuat puisi. Tapi dengan tema yang cukup menantang juga. Yaitu: tema sesuai dengan keadaan kalian sekarang, meliputi apa yang kalian pikirkan dan yang kalian rasakan. Wow, wow, wow, tunggu dulu kawan, pasti kabanyakan dari sodara-sodara sekalian mengira caveman akan menulis tentang puisi yang mempunyai judul mengandung kata "Chinta", kalian salah besar. Daripada penasaran, mending baca deh, hasil imajinasi anak gua ini.

Bumi dan Kertas

Oleh: Caveman


Saat bumi di atas kertas

Saat pegunungan Andes merajai lembaran

Saat sepasang mata mengawasi

Tanganku tergetar,

Bagaimana, Apa yang harus aku lakukan?


Saat di mana ada sepasang mata,

Melirik tajam, seperti penari Bali

Aku tergoda,

Aku ingin seperti penari Bali

Namun, hati ini berbisik halus

Jangan tergoda, jangan lakukan itu, Nak


Sekarang, aku menyesal

Telah mencampakkanmu, wahai bumi!

Aku tidak menggubris suaramu, perintahmu

Detik ini,

Aku duduk dalam kepasrahan yang luar biasa

Sebisaku, kupanjat tingginya Andes

Kusebrangi luasnya samudra Pasifik

Walaupun mungkin, aku tak bisa kembali

Maafkan aku bumi



Makjan!!

Apa pula arti puisi ini wahai Caveman?? Sabar, nak. Artinya gampang kok. Yang pertama adalah Bumi, bumi di sini artinya adalah pelajaran geografi (geo: bumi, graphein: mencitra). Jadi, Bumi di atas kertas: Ulangan Geografi!!!!


Nampaknya, pada ulangan tersebut, Caveman kesulitan mengerjakannya. Buktinya tangannya tergetar, dan tergoda jadi penari Bali alias mencontek. Namun, ia tidak tergoda, dan berusaha sekeras mungkin untuk mengerjakannya walaupun dia tidak akan kembali (alias remidi!!). Simple tapi artistik, isn't it?


Yah, tampaknya puisi ini memang beda dari yang lain, daripada mengumbar rasa cinta yang cengeng lebih baik mengumbar diri ini yang tak berdaya oleh geografi. Betul tidak??