Malam itu jam 19.34, saya sudah berpakaian rapi: kaos hitam lengan panjang, celana jeans gelap, dan tas jinjing kecil yang biasa dipakai ibu-ibu penjual sayur. Koleksi lagu-lagu avenged 7fold dan kasidah yg saya dengarkan tidak bisa menenangkan batin saya. Saya telat ke pertemuan dengan seseorang yang sangat penting.
Tiba-tiba dari balik pagar terlihat seseorang naik Supra X, mengenakan jaket batik kebesaran dan celana training ITB. Akhirnya datang juga, temen yang bakal nemenin saya ke pertemuan tersebut.
Sosok yang bakal kami temui tersebut bernama Nurhasan Akbar. Seorang enterpreneur, juga lulusan ITB dari Solo. Beliau adalah founder dari PT Qomari Prima Publisher, sebuah percetakan khusus untuk Al Quran. Pukul 8 kurang sedikit kami baru sampai di kediamannya, dengan bau seperti sate ayam karena habis tanya arah dengan penjual sate deket situ. Paling tidak kita datang lah, better late than never.
Sosoknya tinggi. Saya yang 19 tahun, segar bugar, dan selalu work out saja kalah tinggi. Oke, saya bohong soal work out, tapi Pak Nurhasan ini memang tinggi dan masih terlihat segar, padahal dikepung banyak aktivitas hari yang lalu. Keren lah pokoknya.
Perbincangan kami mulai dengan perkenalan, tidak terlalu penting, kemudian dilanjut dengan pertanyaan yaitu sudah sampai mana pengalaman bisnis kami? Ini dia, mungkin ini pertanyaan yang cukup berat buat saya yang lumayan terobsesi dengan enterpreneurship. Jawaban saya: eer.. klo diibaratkan melangkah pak, kita baru ngangkat satu kaki aja pak... ("emang disetrap?" batin saya). Gara-gara jawaban itu, Pak Nurhasan banyak membeberkan cara-cara startup sampai mengembangkan perusahaan, beruntunglah kami. Inilah hal-hal yang bisa kami tangkap selama sharing dengan beliau:
Bagai bertahan hidup di hutan belantara. Ya, itulah analoginya ketika akan mulai berbisnis. Ketika awal memulai (startup) kita seperti seseorang yang dilepas begitu saja di tengah hutan belantara. Tanpa memiliki kekuatan apapun. Yang menjadi bekal kita adalah modal (biasanya berupa uang, tanah, dan yang paling penting link). Misi kita adalah bisa survive di hutan. Titik.
Nah, bagaimana supaya bisa survive di hutan? Ingat, kita tidak punya pengetahuan apapun di hutan itu, misal: hewan yang berbahaya, buah yang beracun, dll. Nah, sama halnya bisnis, kita pertama pastilah minim informasi. Itulah gunanya link, kawanku.. Link. Dan sedikit studi banding sebenarnya. Jadi, beberapa langkah yang sebaiknya ditempuh adalah: basahi otak dengan pengetahuan dan pengalaman. Kurang lebih kayak acara "Bosan Jadi Pegawai" lah. Datangi dulu secara langsung sentra usaha yang diminati, belajar langsung jika bisa, jangan malu klo gratis. Selain itu studi dulu pesaing kita kayak gimana, apa kelemahannya, mengapa bisa laris. Know your enemies, seperti kata Sun Tzu.
Enterpreneurs harus sensitif akan peluang yang ada. Banyak orang yang ingin berbisnis belum bisa menjawab ini : bisnis apaan ya? Itu pertanyaan basi! Peluang ada banyak di masyarakat kita. Di Indonesia. Di dunia. Mengapa tidak bisa memilih paling tidak satu saja?
Memilih peluang tidak harus yang brand-new (bener-bener baru) atau tak ada pesaing, kita bisa ambil suatu produk yang sudah beredar dan memiliki kelemahan. Itulah, meningkatkan sensitifitas juga penting. Mulai sekarang, banyak-banyak mengamati, tingkatkan sensitifitas.
Hal lain yang sangat ditekankan beliau adalah: World Class mind-kpola berpiir standar dunia. Semua perusahaan yang masuk Fortune500 berasal dari luar Indonesia. Yaitu perusahaan sekelas Wal-mart, Apple inc., google, General motors, dll. Jika kita selalu terkungkung oleh standar Indonesia, bagaikan katak dalam tempurung. Produk yang mendunia haruslah menjadi standar kita. Niscaya jika kita ikut standar itu, Indonesia sudah di tangan. Think Globally gitu bahasa inggrisnya kalo gak salah. Cara menumbuhkan pola pikir ini katanya sering-seringlah mengarungi dunia. Gampangnya lihat internet atau majalah internasional begitu.
Sebenarnya ada banyak sekali hal2 trivia lain yang disebutkan oleh beliau, terlalu panjang bila dimasukkan dalam sebuah post di blog. Karena itu, stay foolish stay hungry, tetaplah mencari informasi sebanyak-banyaknya, sumber bukan cuma satu-dua orang kan?
Selamat mencari hutan.
Saturday, January 21, 2012
Thursday, January 19, 2012
New Fresh Idea: Kemasan Sebaguna
Diposkan oleh
Blind-caveman
di
8:08 PM
Pernah kehilangan sesuatu seperti flash disk, earphone, kabel data, dll? Saya tahu rasanya, benar2 menghilangkan mood + buang waktu cari benda tsb. Saya termasuk contoh yang extrem. Bayangkan, dalam 3 bulan udah ngilangin 3 flash disk, bulan berikutnya ngilangin flash disknya tmen. Mengerikan.
Saya juga sering sharing2 bareng tmen soal cara biar nggak ngilangin barang. Parahnya, saya salah temen, dia pernah ngilangin 4 flash disk juga dalam beberapa bulan (1 diantaranya punya temen). Subhanallah.
Tapi temen saya ini sangat berambisi untuk bisa sembuh dari penyakit ini (sebut saja mudahilangitis). Idenya sangat sangat brilian. Bikin sepatu yg bisa mengkalkulasi berat manusia + benda yg dibawanya secara akurat. Kalo beratnya berkurang, sepatu tsb bkal ngasih peringatan (misal: bergetar) berarti ada barang yang ketinggalan. Kelemahannya cuma satu, kurang efisien dan teknologi manusia sekarang belum cukup mampu. Kalopun bisa, sulit di buat massal. Seriously, sepatu kayak gini hanya ada di film2 James Bond atau Star Wars.
Sebenarnya apa sih yg menyebabkan mudahilangitis? setelah pemikiran lama (kebanyakan di toilet), beberapa orang sering tidak sadar menaruh sesuatu. Seolah mereka menaruh sesuatu tsb secara refleks (coba, anda ingat berapa kali mengedipkan mata?). maka, pemikiran inilah yang harus diubah.

Caranya? mendisiplinkan diri menaruh benda2 tsb pada tempatnya. titik. yah, cara ini memang tidak terdengar fun. Maka dari itu saya datang dengan new fresh idea: kemasan serbaguna! inti dari ide ini adalah, buat kemasan khusus untuk benda2 tsb dengan desain yang menarik dan catchy bgt sehingga gampang di cari. Cukup menarik bukan?
Moral value dari post ini: masalah rumit kadang bisa diselesaikan dengan solusi yang sederhana. Masih banyak solusi lain yg bisa digunakan untuk menghilangkan masalah mudahilangitis. Semoga post ini berguna
Saya juga sering sharing2 bareng tmen soal cara biar nggak ngilangin barang. Parahnya, saya salah temen, dia pernah ngilangin 4 flash disk juga dalam beberapa bulan (1 diantaranya punya temen). Subhanallah.
Tapi temen saya ini sangat berambisi untuk bisa sembuh dari penyakit ini (sebut saja mudahilangitis). Idenya sangat sangat brilian. Bikin sepatu yg bisa mengkalkulasi berat manusia + benda yg dibawanya secara akurat. Kalo beratnya berkurang, sepatu tsb bkal ngasih peringatan (misal: bergetar) berarti ada barang yang ketinggalan. Kelemahannya cuma satu, kurang efisien dan teknologi manusia sekarang belum cukup mampu. Kalopun bisa, sulit di buat massal. Seriously, sepatu kayak gini hanya ada di film2 James Bond atau Star Wars.
Sebenarnya apa sih yg menyebabkan mudahilangitis? setelah pemikiran lama (kebanyakan di toilet), beberapa orang sering tidak sadar menaruh sesuatu. Seolah mereka menaruh sesuatu tsb secara refleks (coba, anda ingat berapa kali mengedipkan mata?). maka, pemikiran inilah yang harus diubah.
Caranya? mendisiplinkan diri menaruh benda2 tsb pada tempatnya. titik. yah, cara ini memang tidak terdengar fun. Maka dari itu saya datang dengan new fresh idea: kemasan serbaguna! inti dari ide ini adalah, buat kemasan khusus untuk benda2 tsb dengan desain yang menarik dan catchy bgt sehingga gampang di cari. Cukup menarik bukan?
Moral value dari post ini: masalah rumit kadang bisa diselesaikan dengan solusi yang sederhana. Masih banyak solusi lain yg bisa digunakan untuk menghilangkan masalah mudahilangitis. Semoga post ini berguna
Sunday, October 16, 2011
Welcome Back!
Diposkan oleh
Blind-caveman
di
9:17 AM
Menyenangkan sekali memang, setelah bertahun-tahun vakum ngeblog, melihat lagi postingan saya yang lama ketika saya masih SMP-SMA-- saya tidak percaya pernah menulis postingan-postingan tersebut. Seolah memori zaman dulu ketika saya masih gencar-gencarnya ngeblog--ketika hati ini masih berdesir ketika selesai post-- hilang sama sekali. Saya ketawa lihat post naruto season 4 dan senyam-senyum sendiri lihat when the earth is on the paper. hoo, jadi inilah gunanya menulis, memori kita tentang masa lalu akan terjaga. Dengan kata lain kita menulis sejarah diri sendiri dengan ngeblog. Subhanallah banget ya?
Saya jadi ingat ketika pertama kali ngeblog. Waktu itu saya bersama kakak sedang ngenet di suatu warnet kecil di kota Solo. Postingan pertama saya adalah you are not alone yang sangat raditya dika banget. dan sangat jayus, saya akui itu -__-.
Dan inilah keadaan saya sekarang, seorang mahasiswa tingkat 1 di suatu universitas negeri di Bandung. Ada banyak cerita untuk diceritakan selama 1 tahun saya vakum ini yang 10 persennya true story dan 90 persennya adalah fiktif. hehe
Tapi jangan khawatir, saya akan berusaha supaya mozaik memori dalam blog ini nggak bolong2. Supaya sejarah tidak menelan saya, supaya memori tentang saya masih bisa terjaga, paling nggak sampai blog ini dihapus atau internet sudah tidak ada.
sekian postingan kali ini, sampe ketemu di lain post.
Saya jadi ingat ketika pertama kali ngeblog. Waktu itu saya bersama kakak sedang ngenet di suatu warnet kecil di kota Solo. Postingan pertama saya adalah you are not alone yang sangat raditya dika banget. dan sangat jayus, saya akui itu -__-.
Dan inilah keadaan saya sekarang, seorang mahasiswa tingkat 1 di suatu universitas negeri di Bandung. Ada banyak cerita untuk diceritakan selama 1 tahun saya vakum ini yang 10 persennya true story dan 90 persennya adalah fiktif. hehe
Tapi jangan khawatir, saya akan berusaha supaya mozaik memori dalam blog ini nggak bolong2. Supaya sejarah tidak menelan saya, supaya memori tentang saya masih bisa terjaga, paling nggak sampai blog ini dihapus atau internet sudah tidak ada.
sekian postingan kali ini, sampe ketemu di lain post.
Sunday, June 6, 2010
Retroman On Paper: The Beginning
Diposkan oleh
Blind-caveman
di
12:31 AM

Setelah sekian lama mengkonsep komik ini, jadilah konsep dasar cerita Komik Retroman ini. Ceritanya tentu jauh beda dengan konsep awalnya Retroman. Kali ini lebih masuk akal.
Awal cerita dikisahkan seorang remaja dan temannya di suatu SMA. Namanya Satria dan Andre. Nah, pada suatu hari, ketika Satria pulang sekolah sendirian (karena biasanya bareng Andre) dia ketemu dengan tiga orang preman sekolah yang konon menguasai SD-SD sekitar situ. grup tersebut menamai diri mereka "Tri Marrauders". Dan karena suatu alasan, Tri Marrauders marah pada Satria dan berniat untuk menghabisinya. Pada saat yang genting itulah muncul Retroman!
Cukup segitu aja spoilernya. Pokoknya tunggu aja kelanjutan ceritanya, sebagai bonus saya kasih nih, gambar Satria dan Andre. Maaf kalo gambarnya pas-pasan, maklum akhirnya saya sendiri yang harus gambar. Tunggu perkembangan selanjutnya!!
Subscribe to:
Posts (Atom)
